Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Irama Sunyi

Waktu subuh masih terpaut jauh, padahal bekal sudah tersedia. Udara dingin semakin menusuk hati, sementara kipas angin sudah berhenti menari. Adakalanya kita terpaksa tidur lebih awal dari biasanya, karena tuntutan cuaca dan kondisi fisik yang mulai merenta. Sepertinya malam ini tak ada lagi aktivitas online yang menguras energi, cukup nikmati irama sunyi sambil belajar tidur di balik selimut.  Selamat tidur kekasih gelapku, semoga cepat kau menjelma terang bagai gugusan bintang di alam semesta.

Kekosongan

Ternyata Mahjong telah mengisi segala kekosongan yang selama ini ditutupi lalu dibiarkan. Yaitu: Harapan,  perjuangan,  pengorbanan, Tapi semua itu palsu, yang tersisa hanya kantong kosong.

Arti Hidup

Aku dihadirkan Tuhan ke dunia ini bukan semata untuk mengejar rejeki, melainkan untuk memahami makna lelah yang mengajarkan kesabaran serta kerendahan hati. Dalam suka dan duka, aku belajar membaca empati dari apa yang kulihat, merasakan intuisi yang tumbuh dari keheningan, dan membangun komunikasi yang lahir dari  kejujuran hati. Tujuanku bukanlah kesempurnaan, melainkan menjadi manusia yang benar-benar mampu merasa, memahami,  menemani dan mencintai seutuhnya. ~ Alvazettu, 15 Desember 2025

Beban Persahabatan

Meski tak selalu aku sesalkan Hidup ini sungguh megecewakan Orang-orang terkadang menjengkelkan Semuanya jadi membingungkan Kini aku tak punya pilihan Tak lagi terlihat menyenangkan Terlalu berat jadi pengangguran Hanya membebani persahabatan Bisa saja rasa respect juga hilang Bila tak lagi butuh didengarkan Tapi ingatlah ke belakang Siapa yang selalu mengiyakan Silahkan kalian bersenang-senang Dunia ini milik kalian Biarlah aku terdiam sendirian Menatap langkahku ke masa depan

Maaf Ramadhan

Ramadhan, maafkan aku yang ketika engkau datang tidak ku sambut dengan pelukan ketakwaan. Ramadhan, maafkan aku yang selalu tidur di siang hari, dan hanya berpuasa di alam mimpi. Ramadhan, maafkan aku yang hanya ikut-ikutan makan sahur, ngabuburit, dan berbuka saja.  Ramadhan, maafkan aku yang setiap malam tak pernah ikut shalat tarawih karena sibuk dengan urusan isi kantong. Ramadhan, maafkan aku ketika malam Lailatul Qodar sibuk mengharapkan THR yang hanya jadi harapan. Ramadhan, maafkan aku yang selalu memikirkan Lebaran, sehingga menyia-nyiakan kehadiranmu. Ramadhan, sungguh aku menyesal, semoga tahun depan aku diberi kesempatan lagi untuk bertemu dan memuliakanmu. Aamiin Ya Alloh Ya Robbal 'Alamiin.

Fajar Tiba

Sudah terlalu lama senja itu tak kukejar. Terlalu kuat belenggu malam mengikat hati. Andai masa lalu tak mengganggu hidup. Bebaslah langkah untuk menempuh. Sungguh tak mudah berlari bersama mimpi. Menjadikan sepi begitu sunyi untuk dinikmati. Dan ketika fajar tiba menyapa hati. Asa itu pun kembali ke huduk bi nyai. Karya: Ukay S Arifin.

Sketsa Waktu

Setelah sekian lama tak menemukanmu Sekian lama aku mencari Sekian lama aku meneduri Beralas huruf-huruf Berselimut kemelut Dan puas dengan kata-kata Kini, kubiarkan mereka bersenggama Di cangkir semesta Agar kemenduaan itu menjadi nyata Melihat kegelapan dan cahaya Lantas dimanakah mereka tidur tak ada kesunyian menyelimuti tak ada sengsara menghambat karena dalam kata mereka satu * Repost dari : http://albumpuisicinta.blogspot.com Posted by Wordmobi